31.3 C
Indramayu
Senin, 4 Mei 2026

PWNU dan PCNU se-Jawa Barat Tegaskan Jaga Keutuhan NU, Dorong Islah dan Muktamar Konstitusional

BANDUNG, indramayunews.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Barat menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Istighatsah PWNU dan PCNU se-Jawa Barat bertema “Meneguhkan Keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” yang digelar di Gedung PWNU Jawa Barat, Sabtu (20/12/2025).
Dalam pernyataannya, PWNU dan PCNU se-Jawa Barat menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan jam’iyyah yang lahir dari tradisi pondok pesantren. Oleh karena itu, dalam setiap dinamika organisasi, seluruh elemen NU wajib mendengar serta menghormati nasihat para muassis NU dan kiai sepuh sebagai penjaga nilai dan marwah jam’iyyah.
PWNU dan PCNU se-Jawa Barat juga menyerukan pentingnya islah atau rekonsiliasi demi menjaga persatuan dan ukhuwah an-Nahdliyah, sekaligus memelihara marwah Nahdlatul Ulama. Dalam sikap tersebut ditegaskan pula bahwa PWNU dan PCNU se-Jawa Barat tidak ingin dilibatkan dalam konflik internal yang terjadi di tubuh PBNU.
Selain itu, PWNU dan PCNU se-Jawa Barat menegaskan legitimasi kepemimpinan PBNU hasil Muktamar, yakni KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais ‘Aam PBNU dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Keduanya dinyatakan sebagai mandataris sah Muktamar Nahdlatul Ulama.
PWNU dan PCNU se-Jawa Barat juga mendorong penyelenggaraan Muktamar NU sebagai solusi terbaik yang konstitusional dan bermartabat untuk mengakhiri polemik serta menjaga soliditas jam’iyyah. Muktamar tersebut ditegaskan harus dipimpin oleh mandataris Muktamar, yakni Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.
Adapun poin-poin pernyataan sikap PWNU dan PCNU se-Jawa Barat meliputi:
Menegaskan jati diri NU sebagai jam’iyyah yang lahir dari pondok pesantren, sehingga dalam setiap dinamika organisasi wajib mendengar dan menghormati nasihat Muassis NU serta para kiai sepuh.
Menyerukan islah (rekonsiliasi) demi persatuan, ukhuwah an-Nahdliyah, serta menjaga marwah Nahdlatul Ulama, dan menolak pelibatan PWNU dan PCNU dalam konflik internal PBNU.
Menegaskan legitimasi kepemimpinan PBNU hasil Muktamar, yakni KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais ‘Aam PBNU dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU.
Mendorong Muktamar NU sebagai solusi terbaik yang konstitusional dan bermartabat untuk mengakhiri polemik dan menjaga soliditas jam’iyyah, yang dipimpin oleh mandataris Muktamar.
Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk komitmen PWNU dan PCNU se-Jawa Barat dalam menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah pembawa rahmatan lil ‘alamin.
Pernyataan tersebut ditandatangani atas nama PWNU dan PCNU se-Jawa Barat di Bandung, 20 Desember 2025. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles