INDRAMAYU, indramayunews.id – Tanggal 6 April merupakan Hari Nelayan Nasional, yang telah ditetapkan sejak tahun 1960 silam. Peringatan Hari Nelayan Nasional merupakan bentuk apresiasi, terhadap jasa nelayan Indonesia dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dan gizi bagi masyarakat Indonesia.
Namun, apresiasi yang diberikan pemerintah apakah berbanding lurus dengan kesejahteraan nelayan? Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Provinsi Jawa Barat menyampaikan koreksi dan pekerjaan rumah kepada pemerintah atas hal tersebut di atas.
Meskipun bukan provinsi kepulauan, Jawa Barat memiliki 11 kabupaten/kota pesisir dengan garis pantai sepanjang 842,66 kilometer. Luasan laut yang mencapai 18.727,28 kilometer persegi, merupakan potensi yang sangat luar biasa jika dimanfaatkan secara optimal.
“SNNU Jawa Barat berharap pemerintah harus concern dalam program-program bantuan sarana dan prasarana bagi nelayan. Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana serta bantuan perikanan dan upaya rehabilitasi pantai dan pesisir, akan dapat mwningkatkan kesejahteraan nelayan,” jelas Ketua SNNU Jawa Barat, Muslim Hafidz didampingi Sekretaris H Fauzan Adzim dalam keterangan pers, Kamis (7/4).
Ditambahkannya, pemerintah harus mendorong pesisir pantai yang produktif untuk dijadikan Minapolitan yang integratif. Hal ini bisa diwujudkan, dengan hadirnya Kementerian atau Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menunjang potensi kelautan dan perikanan berdasarkan prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan.
“Berdasarkan data BPS Jabar, produksi perikanan laut di Jawa Barat pada tahun 2020 adalah sebanyak 234.256, turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 248.778 ton. Sehingga masih banyak potensi yang perlu digali, untuk meningkatkan kembali produksi perikanan laut,” imbuhnya.
Untuk itu, SNNU Jawa Barat mendorong pemerintah untuk berinvestasi di sektor perikanan dan kelautan secara optimal. Sehingga bisa menjadikan sektor perikanan dan kelauta, sebagai lokomotif investasi yang sangat potensial.
“Ini ironis sekali. Sebagai Negara Maritim, Indonesia baru menyumbang 3,5 persen dari pasar perikanan dunia yang mencapai 160 milyar dollar,” tegasnya.
SNNU Jawa Barat pun berharap, pemerintah lebih dalam untuk mengembangkan budidaya perikanan yang masih sangat jauh dari harapan. Berdasarkan data statistik tahun 2019, produksi budidaya perikanan hanya sebanyak 15.069 ton, meskipun terjadi peningkatan di tahun 2020 yang mencapai 16.287 ton.
“Dari data tersebut, menunjukkan bahwa masih banyak potensi yang perlu digali. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi budidaya perikanan,” tandasnya.
Dengan kondisi ini, sektor pertanian dan nelayan menjadi salah satu penyumbang angka kemiskinan terbesar. Oleh sebab itu, SNNU Jawa Barat berharap pemerintah mampu memberikan kenyamanan nelayan dalam beraktivitas sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan.
“Itulah sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi pemerintah. SNNU Jawa Barat berharap pemerintah segera merealisasikannya, demi kemajuan sektor kelautan dan perikanan, serta kesejahteraan nelayan,” pungkasnya. (rls)


