JUNTINYUAT, indramayunews.id – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang hukum perlu kiranya aparat penegak hukum melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap hukum. Hal ini bertujuan guna membentuk tatanan kehidupan masyarakat yang lebih paham tentang hukum dan pada akhirnya menekan angka kriminalitas yang terus meningkat.
Kejaksaan Negeri dan Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu, menggelar Safari Literasi demi menunjang Indramayu Bermartabat dan Bersahaja (Bersahabat dengan Jaksa) yang digagas oleh DPA.
Acara tersebut di gelar di Kantor Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, belum lama ini.
Acara itu dihadiri oleh Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan & Pelestarian Bahan Pustaka Boy Billy Prima, S.STP, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Indramayu Gunawan Hari Prasetyo, Kasie Datun Nopri Diansyah,S.H, Perwakilan Kecamatan Juntinyuat, Kuwu Desa Juntinyuat Sunarto dan tokoh masyarakat desa setempat.
Kasie Intel Kejaksaan Negeri Indramayu Gunawan Hari Prasetyo,S.H mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat, karena dengan kedekatan akan lebih tahu permasalahan yang ada di masyarakat, agar masyarakat paham serta mengerti tentang hukum.
“Program ini merupakan salah satu upaya dalam mendekatkan kita dengan masyarakat, agar kami mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat, dan melalui program Bersahaja ini kami memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang hukum kepada masyarakat,” Papar Gunawan.
“Selama ini Kejaksaan Negeri Indramayu dipandang angker, sehingga masyarakat tidak mau dekat dengan kejaksaan. Oleh karena itu kami meluncurkan moto Bersahaja yang artinya Bersahabat Dengan Jaksa sehingga dengan pola seperti ini tindakan kriminalitas bisa di minimalisir,” Tambah Gunawan.
Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan & Pelestarian Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu Boy Billy Prima, S.STP menjelaskan, program ini merupakan bentuk inovasi baru, yang sebelumnya perpustakaan keliling dan kini meningkat ke design literasi.
“Perspektif masyarakat melihat masalah hukum itu menakutkan atau Jaksa itu serem, kita berikan wawasan kepada masyarakat bahwa hukum itu bentuk perlindungan dan kenyamanan bagi masyarakat,” Jelas Boy kepada indramayunews.id.
Boy menambahkan, literasi ini salah satu bentuk dalam memecahkan permasalahan yang masih belum dipahami oleh masyarakat.
“Kami yakin Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina sangat apresiatif dan sangat mendukung program kami. Kedepan program ini akan menjadi unggulan Dinas Arsip dan Perpustakaan”, Pungkasnya. (IN-013)


