JUNTINYUAT, indramayunews.id – Rencana pelaksanaan pembangunan area pabrik baru biji plastik PT. Polytama Propindo yang berada di Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu mulai dilakukan.
Pembangunan area pabrik tersebut sebagai bentuk upaya perusahaan dalam membantu negara memenuhi kebutuhan biji plastik di dalam negeri dan bisa mengurangi impor dari luar negeri. Tentunya ini berdampak positif untuk membantu pemerintah daerah dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Indramayu.
Menurut Presiden Direktur PT. Polytama Propindo Didik Susilo yang didampingi Corporate Secretary General Manager PT. Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan mengatakan, rencana pembangunan pabrik baru ini salah satu upaya PT. Polytama dalam menambah kapasitas produksi polipropilena.
“Kapasitas produksi saat ini sekitar 300 ribu ton dan kini dengan rencana pembangunan pabrik baru dengan kapasitas produksi 300 ribu ton polipropilena, sehingga dengan dibangunnya pabrik baru nanti perusahaan bisa menambah kapasitas produksi hingga 600 ton lebih,” Ucap Didik kepada wartawan belum lama ini.
“Dengan rencana pembangunan area pabrik baru tentunya berdampak positif bagi pembangunan pemerintah daerah dan penyerapan tenaga yang diutamakan warga lokal bauk skil maupun non skil,” Jelas Didik.
Sementara itu, menurut Corporate Secretary General Manager PT. Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan menjelaskan, pelaksanaan proyek pembangunan pengembangan area pabrik baru yang dimenangkan tendernya oleh PT. Pembangunan Perumahan yang merupakan perusahaan BUMN itu, kini sudah berjalan dengan proses pekerjaan pemadatan atau pengurugan lokasi area, yang melibatkan pengusaha atau kontraktor lokal Indramayu sebagai bentuk sinergitas anatar perusahaan dengan para pengusaha lokal.
“Rencana pembangunan area pabrik baru ini sudah mulai dilakukan, namun baru tahap pemadatan atau pengurugan yang melibatkan para pengusaha lokal atau kontraktor lokal Indramayu. Tidak hanya itu, kami juga terus berupaya untuk memperhatikan dan mensejahterakan masyarakat sekitar plan,” Jelas Dwinanto.
Pernyataan pihak PT. Polytama Propindo, mendapat bantahan dari ketua Forum Bina Lingkungan Kawasan Industri Lombang-Limbangan (FBLKIL2) Taryono mengatakan, pihaknya telah mendukung dan mensuport Pihak PT. Polytama Propindo terkait rencana pembangunan pabrik baru, namun sangat disayangkan selama ini apa yang dinyatakan oleh pihak PT. Polytama tidak ada realisasi di lapangan. Tidak ada keterlibatan para pengusaha lokal atau kontraktor lokal dalam pembangunan proyek tersebut.
“Kami atas nama masyarakat desa penyangga yang tergabung dalam FBLKIL2 meminta kepada pihak PT. Polytama Propindo agar memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi akibat adanya proyek pembangunan pabrik baru salah satunya irigasi pertanian, para petani banyak yang mengeluh karena saat ini seharusnya mereka mulai tanam, namun mereka tidak bisa karena sawah mereka banjir,” Ungkap Taryoni.
“Kami juga meminta realisasi apa yang dijelaskan oleh pihak Polytama terkait dengan keterlibatan kontraktor lokal mana buktinya, kami bersama masyarakat memantau aktifitas proyek tapi kami tidak menemukan satupun kontraktor lokal Indramayu, hanya yang ada kontraktor dari luar Indramayu dan kami bisa membuktikannya,”Pungkasnya. (IN-013)


