24.2 C
Indramayu
Sabtu, 22 Juni 2024

Sisir Warga Kampung di Indramayu, Ini Yang Dilakukan Anggota BIN

INDRAMAYU, indramayunews.id – Puluhan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) Jawa Barat, menyisir warga di Kabupaten Indramayu, Selasa (13/12). Mereka mencari warga desa yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, blusukan dari rumah ke rumah.

Kepala BIN Daerah Jawa Barat, Brigjen TNI Dedy Agus Purwanto menyebutkan, warga di 13 desa di Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, menjadi target sasaran vaksinasi massal yang dilaksanakan secara door to door. Hal ini dilakukan, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaraan Covid-19.

“Ini merupakan satu dari berbagai upaya yang dilakukan segenap komponen anak bangsa. Tujuannya satu, mempercepat kekebalan kelompok (herd immunity) agar pandemi segera berakhir,” jelasnya.

Dari desa-desa di Kecamatan Kandanghaur yang menjadi sasaran vaksinasi massal, BIN Jawa Barat manargetkan melakukan vaksinasi kepada 2000 orang. Untuk mencapai target itu, BIN Jawa Barat melakukan segala langkah dan upaya, termasuk memberikan pemahaman dan menggugah kesadaran masyarakat agar bersedia divaksin.

“Dua hari ini target (vaksinasi, red) kami adalah 2000 orang. Dan yang paling penting adalah menggugah kesadaran seluruh warga akan pentingnya vaksinasi,” tegasnya.

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Meski telah divaksin, ia berharap masyarakat untuk selalu memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas.

[vc_video link=”https://youtu.be/fRV-RGuGZUM” align=”center”]

“Harus selalu waspada dan jangan mengabaikan protokol kesehatan. Jauhi kerumunan dan jika tidak terlalu mendesak, agar menunda untuk bepergian sehingga resiko penularan Covid-19 bisa diminimalisasi,” tandasnya.

Kuwu Desa Soge Kecamatan Kandanghaur, Wagiman, mengaku bersyukur dengan kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan BIN Jawa Barat. Sebagai Kepala Pemerintahan di Desa Soge, ia merasa sangat terbantu dalam upaya pencapaian target vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

“Terus terang kami sangat terbantu untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Desa Soge, yang sebelumnya berada di kisaran 95 persen. Upaya jemput bola yang dilaksanakan BIN, tentunya akan lebih banyak menjangkau masyarakat yang selama ini banyak terkendala karena sesuatu maupun berbagai hal lainnya,” terangnya.

Salah satu yang menjadi kendala adalah akses jalan yang rusak parah. Sejak dimekarkan dari Desa Ilir pada 1982 silam, Desa Soge hingga kini masih menggunakan jalan inspeksi milik Pertamina, yang menjadi satu-satunya akses jalan dari Jalur Utama Pantura Kabupaten Indramayu.

“Untuk itu kami memohon kepada Bapak Jokowi, agar mempercepat perbaikan akses jalan ini. Karena mobilitas warga yang terhambat akibat akses jalan rusak, mengakibatkan tingkat perekonomian warga juga tidak bisa berkembang secara optimal,” pungkasnya. (Mhd)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles