ARAHAN, indramayunews.id – Memasuki tahun ajaran baru tahun 2022/2023, ratusan Murid SDN Pranggong 2 Desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, hari pertama pihak sekolah tidak bisa menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kepada para siswa.
Pasalnya, sejumlah ruang kelas yaitu ruang kelas 1 sampai kelas 3 terendam banjir setinggi sekitar 10 centimeter. Kondisi ini diakibatkan oleh meluapnya sungai Cipelang karena tidak kuat menahan debit air kiriman dari daerah hulu, bahkan banjir juga menggenang halaman dan jalan desa setempat, Senin (18/7).
Menurut salah satu wali murid Apdol mengatakan, kondisi ini sangat disayangkan padahal anaknya baru masuk sekolah dan terpaksa tidak bisa belajar, kami berharap pemerintah daerah peduli atas kondisi saluran di sekitar Desa Pranggong, karena banyak saluran yang mengalami pendangkalan sehingga mengakibatkan meluapnya sungai dan merendam sejumlah fasilitas.
“Sangat prihatin melihat kondisi sekolah yang saat seharusnya belajar ternyata tidak bisa, padahal hari ini hari pertama masuk sekolah anak-anak,” Ucap Apdol.
Sementara menurut Kepala SDN Pranggong Taryono, S.Pd menjelaskan, banjir ini diakibatkan oleh luapan air dari sungai Cipelang yang tidak bisa lagi menampung debit air kiriman dari daerah hulu atau sungai Cimanuk, sehingga arus air sungai limpas dan merendam sejumlah fasilitas termasuk SDN Pranggong 2.
“Banjir ini disebabkan oleh sungai Cipelang yang limpas, karena tidak kuat menampung debit air. Dengab kondisi ini kami terpaksa tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar pada anak-anak, terpaksa mereka harus belajar di rumah menunggu kondisi banjir surut,” Jelas Taryono. (IN-012)