TUKDANA, indramayunews.id – Sebagai bentuk kepeduliannya kepada dunia pendidikan, seorang anggota polisi dari Polres Indramayu Jawa Barat bernama Aiptu Kasdulah yang bertugas sebagai Kepala Unit Intel Polsek Tukdana, telah berhasil membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara gratis untuk anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu.
Sebagai abdi negara dalam melayani dan mengayomi masyarakat, Aiptu Kasdulah membangun sekolah ini bertujuan hanya untuk membantu anak-anak dari kalangan keluarga yang kurang mampu, yang semangat ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Diharapkan agar mereka bisa memiliki keahlian untuk bekal masa depannya.

Aiptu Kasdulah menjelaskan, berdirinya sekolah kejuruan ini berawal dari meningkatnya minat anak-anak untuk melanjutkan ke tingkat SMA namun mereka terkendala karena biaya, sehingga AIPDA Kasdulah terpanggil untuk bisa membantu agar mereka tetap bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi.
Sehingga Kasdulah mencoba berupaya untuk mencari solusi meski harus dengan biaya sendiri. Kasdulah akhirnya menyisihkan hasil dari gajinya sebagai anggota polisi dan mendapat support dari pihak keluarganya untuk bisa membangun tempat pendidikan tersebut.
Sebelum ia bisa membangun gedung sendiri, pada tahun 2010 ia membuka penerimaan siswa baru dan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa terpaksa harus numpang tempat di gedung SDN Kerticala 3.
Kasdulah rela berkorban jatuh bangun demi untuk mewujudkan cita cita mulia itu. Dari hasil pengorbanannya, akhirnya Kasdulah berhasil mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun gedung sekolah sendiri di Desa Rancajawat Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Ia kemudian bisa membangun gedung sekolah sendiri diatas tanah 5.000 meter persegi dengan nama SMK Pembangunan Tukdana dan sekarang KBM siswa dipindahkan ke gedung barunya hingga sekarang.
Bahkan Aiptu Kasdulah pun menyempatkan diri untuk bisa mengajar di sekolah yang ia bangun, di Kabupaten Indramayu. Berbekal ilmu yang ia dapatkan selama bertugas di kepolisian, kini ia mempunyai siswa hingga ratusan siswa dengan sejumlah fasilitas kejuruan yaitu program studi Tehnik Komputer Jaringan (TKJ) dan tehnik mesin.
“Awal kita berdiri di tahun 2010. Sebelum berdiri bangunan ini, kita banyak tantangan dan rintangan. Pertama semangat antusia masyarakat awalnya kita numpang di SDN Kerticala 3, dari sana masyarakat antusias dan kita bergegas semangat untuk memiliki bangunan sendiri. Dari sanalah saya dan keluarga bersemangat, yang pribadi yang saya dapatkan selama saya dinas dan uang keluarga dengan bertahap membangun satu ruangan. Terus dua ruangan, terus di tahun 2013 kita baru mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” jelas Aiptu Kasdulah saat dimintai keterangnnya oleh media, Jum’at (3/3/2023).
“Suka dukanya mendirikan SMK Pembangunan banyak sekali. Kita dari awal menggunakan kegiatan oprasional dari uang pribadi selama saya berdinas, uang keluarga dan dari donasi sebelum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dari situlah saya berupaya sekolahan ini tatap maju dan berdiri. Ya untuk biaya sekolah kita tidak bebankan ke siswa kita gratiskan. Karena saya dilahirkan bukan dari orang yang berada, saya berharap orang yang tidak berada orang tidak mampu supaya bisa tetap bersekolah,” lanjut Kasdulah.
Salah seorang siswi kelas 10 SMK Pembangunan jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), bernama Putri Pratiwi, mengaku senang dan sangat terbantu dengan adanya sekolah yang didirikan anggota polisi ini karena bisa melanjutkan pendidikan lulus tanpa memikirkan biaya.
“Saya senang sekali bisa sekolah disini, Alhamdulillah untuk biaya pendidikan seperti seragam, bangunan dan bulanan serta praktek disini gratis dan tidak dipungut biaya,” ujar Putri.
Bangunan SMK Pembangunan yang dibangun Aiptu Kasdulah kini memiliki 18 ruang kelas dan bisa menampung sekitar 300 siswa.
“Alhamdulillah saya sebagai Kapolsek Tukdana yang juga sebagai pimpinan dari Aiptu Kasdulah merasa bangga, ada salah satu anggota kami, ada yang berperan aktif membantu dan peduli dalam dunia pendidikan serta membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu untuk tetap dapat pendidikan yang setara,” ucap AKP. Iwa Mashadi Kapolsek Tukdana.
Iwa juga menjelaskan, selama Aiptu Kasdulah menjalankan kegiatan di bidang pendidikan, tidak menganggu tugas sebagai seorang anggota Polri.
“Meski beliau sibuk mengembangkan dunia pendidikan, tetapi tidak mengganggu tugas sebagai anggota Polri yang mengemban jabatan sebagai PS Kanit Intel Polsek Tukdana. Pelayanan masyarakat berjalan sebagaimana mestinya karena waktunya dibagi sesuai dengan porsinya,” Pungkas Iwa. (Ji)


