INDRAMAYU, indramayunews.id -Kredit macet yang terjadi di BPR Karya Remaja Indramayu ternyata melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari debitur yang tercatat sebagai ASN, politisi, pengusaha kontraktor hingga orang yang mengaku berprofesi wartawan juga dapat kredit miliaran rupiah.
Hal tersebut dibenarkan oleh Dirops BPR KR Bambang Supena kepada indramayunews.id di ruang kerjanya, kemarin.
Bambang menceritakan, awalnya ia menolak dan tidak mau menandatangani pengajuan kredit dari nasabah yang mengaku sebagai wartawan. Karena dari pimpinan yang lebih atas itu sudah menandatangani. Sehingga ia juga tidak bisa menolak dan ikut meloloskan permohonan kreditnya.
Namun dalam perjalananya, ia tidak memenuhi kewajibannya sebagai debitur atau tidak mengangsur sama sekali.
”Saya Sudah memerintahkan bagian penagihan. Akan tetapi orang nya tidak ada di rumah dan setiap ada petugas datang rumah nya kosong,” jelas Bambang.
Selain itu ada juga debitur yang tercatat sebagai pengusaha kontraktor dan sama setiap ditagih oleh petugas bagian penagihan, bukannya mau membayar malah mengajak duel (berantem-red).
“Dia mempunyai tunggakan kredit macet hampir mencapai Rp 9 miliar. Setiap petugas bagian penagihan datang ke ruman. Disamping tidak mau bayar, dia mau ngajak berantem dan kerap sekali melontarkan ancaman kepada petugas penagihan,” jelasnya. (tim)


