INDRAMAYU, indramayunews.id – Ratusan nasabah Bank BPR Karya Remaja (KR) yang mengatasnamakan kelompok Forum Peduli Indramayu (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Indramayu Jawa Barat, Kamis (28/04/2023).

Dalam aksinya massa menuntut pihak pemerintah daerah untuk mengembalikan uang nasabah tanpa syarat. Massa juga meminta agar meglsut tuntas dugaan tidak pidana kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pegawai BPR KR dan OJK. Dan BPKP serta Inspektorat harus bertanggungjawab dalam membenahi bank yang satu ini.
“Kami menuntut BPR KR agar segera mengembalikan uang nasabah tanpa syarat. Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku korupsi yang diduga dilakukan pegawai Bank BPR KR. Pihaknya juga meminta OJK dan BPKP serta Inspektorat harus bertanggungjawab dalam melakukan pengawasan terhadap manajemen Bank BPR KR yang menyengsarakan para nasabah,” ungkap Masdi salah satu kordinator umum dalam aksi tersebut.
Pantauan indramayunews.id di lapangan, aksi massa berusaha masuk ke kantor dewan untuk menemui anggota DPRD. Agar bisa memfasilitasi mereka terkait pengembalian uang nasabah di Bank BPR KR.
Namun saat massa merangsek masuk, langsung di hadang barikade petugas kepolisian. Mereka pun terus mendorong dan berhasil menjebol pintu gerbang gedung dewan. Sehingga kericuhan anatara massa dan petugas pun tak dapat terhindarkan.
Selanjutnya petugas berusaha kembali menutup gerbang dengan mendorong massa keluar. Tapi massa tetap memaksa masuk ke area gedung, sehingga petugas berusaha mengamankan sejumlah massa yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebutÂ
Namun massa lainnya menghalangi petugas, sehingga kericuhan pun kembali terjadi. Petugas pun berhasil mengamankan sebanyak 5 orang dalam aksi tersebut.

Setelah beberapa menit kemudian aksi massa di temui oleh Ketua DPRD Indramayu Syaefudin dan perwakilan seluruh fraksi. Syaefudin menyampaikan pihaknya akan berusaha membantu para nasabah dalam mencari solusi terkait pengembalian uang nasabah BPR KR.
Bahkan pihaknya juga akan membentuk tim panitia khusus (pansus) dengan beranggotakan seluruh fraksi dalam membahas masalah pengembalian uang nasabah.
“Kami dan seluruh perwakilan fraksi di DPRD Indramayu akan membentuk tim panitia khusus (pansus). Hal ini untuk membantu masyarakat khususnya nasabah BPR KR dalam mencari solusi pengembalian uang mereka,” ucap Syaefudin.
Untuk selanjutnya, perwakilan massa dipersilahkan masuk ke ruang sidang utama untuk melakukan audensi dengan anggota DPRD lainnya. (Ji)


