Yth Syekh Panji Gumilang bersama jajaran petinggi, pemikir, pengajar, murid murid pesantren Al Zaytun dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT.
Sebelum memulai sambutan Peringatan 1 Syuro bertemakan toleransi, perdamaaian dan persatuan untuk menuju Kebangkitan Blue Economy Indonesia Raya ini, ijinkan saya menyatakan bahwa kehadiran saya ditengah Syekh dan hadirin sekalian adalah untuk menjalankan tugas kami sebagai guru dan pendidik.
Bersama saya hadir Dr Sidratahta Mukhtar, Dosen STIK PTIK serta Dr Ade Muhammad
Dosen Universitas Pertahanan yang telah diberi kesempatan emas untuk melihat dan menyaksikan dengan bangga galangan kapal serta seluruh perangkat terwujudnya ekonomi biru, dan ekonomi semi biru yang diwujudkan dalam bentuk karya kerja nyata, bukan sekedar kata dan wacana, oleh Al Zaytun dengan segala kemandirian dan
keberdikariannya…Mazel tov (congratulations).
Latar belakang saya, yang dibesarkan dalam keluarga dengan percampuran agama yang damai, dengan dasar pendidikan yang saya alami dimasa kecil saya di SD Beragama Jendral Moestopo di sudut Jl dago yang indah di kota kembang Bandung, hingga kesempatan saya menyelesaikan penelitian Pendidikan S3 saya di Tel Aviv dan Jerusalem membuat saya demikian beruntung karena kemudian menjadikan saya hari ini : seorang Connie
Rahakundini Bakrie yang hidup dalam alam pemikiran tidak selebar daun kelor, meskipun belum mampu seluas samudera biru..
Dan itulah mengapa saya tiba disini, berdiri disini ditengah hadirin dan pimpinan Al Zaytun, untuk turut belajar memetik pengetahuan dan kebijaksanaan yang bisa saya petik. Bukankah Nabi Muhammad menyarankan kita semua menimba ilmu hingga ke negri China …?
Sebelum ke China, saya memilih ketempat yang lebih dekat dahulu, Al Zaytun, Indramayu. Abad pertengahan Eropa yang disusul dengan Kejatuhan Imperium Romawi Barat pada 1330 mengawali era kegelapan Eropa adalah sebuah era dimana tumbuh berkembang gerakan anti
ilmu pengetahuan. Di Indonesia, abad kegelapan terjadi karena 2 hal, era kolonialisme dan era memilih untuk menjadi sok pintar, sok paling tahu dan sok paling benar, ditengah abad smart phone yang berada di tangan 6.48 milyar penduduk dunia, dengan pertumbuhan
penjualan 5 % pertahun dengan urutan aktif smartphone user: China, , India, Ameriks,
Indonesia, Rusia, Jepang dst nya…
Pertanyaannya : Mengapa China, India dan Amerika menjadi semakin maju, kreatif, inovatif dan bijaksana dalam penggunaan smart phone, sementara, silahkan nilai sendiri kemunduran tata pikir, adab dan kebijaksanaan kita melalui smart phone ditangan kita…
Yth Syekh Panji Gumilang bersama jajaran petinggi, pemikir, pengajar, murid murid
pesantren Al Zaytun dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT,
Pada awal abad ,8 dimulai sebuah gerakan dari dunia Arab yang kala itu baru masuk pada era Bani Abassiyah (632-750 SM) dengan program dibiayai negara untuk translasi naskahnaskah kuno Yunani disebut gerakan GRAECO. Terdapat dua factor pendorongnya, pertama kesuksesan Bani Umayah dalam meliterasi masyarakat Islam dan kedua adanya kebutuhan pada pola berpikir maju untuk mencapai kemajuan yang lebih melompat lagi.
Hal ini didapatkan melalui pemahaman naskah-naskah dan arsip-arsip kuno Yunani yaitu Socrates, Aristoteles, Plato, Phitagoras dan lainnya. Kaum pelajar Islam seperti Al Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rush, Al Jabr dan lainnya sangat mengggandrungi cara berpikir para pemikir kuno Yunani. Bahkan mereka tidak segan mengakui mereka adalah pengikut PLATO dan
menamai diri mereka dengan nama “fans club” neo platonik. banyak sajak, lagu-lagu para filsuf Islam memuji Filsuf yang satu ini. Mengapa? Karena Plato mengenalkan dasar ilmu pengetahuan dengan sebuah prinsip :
‘’Manusia adalah Binatang yang bertanya’’. Semakin banyak bertanya semakin paham dunia, ilmu pengetahuan maka akan semakin maju dan semakin utuh menjadi manusia.
Pemahaman dasar ini membuat mereka mempertanyakan segalanya dan berusaha
mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu dengan berbagai eksperimen dan menghasilkan pola pikir ilmiah. Menurut Ibnu Rusyd ada tiga metoda ilmiah diperkenalkan yaitu :
• Burhan (method of logical demonstration),
• Jadal (dialectical) dan
• Khatabah (rhetoric, sophistry and persuasion) Maka ketika mereka asyik bermain pertanyaan dan mencari jawabnya, banyak karya karya ilmiah lahir. Ingatkah kita tentang text Book kedokteran Modern Pertama didunia? Buku itu berjudul Qan’un Al Fitiyb (The Canon of Medicine) buku tersebut kini disimpan di Paris. Bukan tentang keberasalan dari ayat suci atau hal hal ghaib. Melainkan semangat Iqra
dari Al Quran.
Al Quran memberikan perintah untuk membaca, mulai filsafat Kuno Yunani yang
memberikan pencerahan dan arah berpikir logis, hingga membaca semua kode alam dalam eksperimentasi. Dengan kata lain, Ibn Rusyd menciptakan ilmu kedokteran melalui riset panjang dan Iqra (membaca) rujukan lainnya serta pengamatan alam serta mahluk.
Maka, hasilnya bukan saja Kitab Kedokteran modern pertama, namun juga desain rumah sakit yang kita kenal sekarang yang kemudian ditiru oleh Raja Louis XIV dari RS buatan Ibnu Rusyd di Ankara, Turki
INDONESIA terletak di titik pertemuan jalur komunikasi dunia antara Samudra Pasifik dan Samudra India serta Antara Benua Asia dan Benua Australia. maka Indonesia ada di posisi strategis, terutama dalam bidang ekonomi dan militer. posisi silang ini menjadikan pintu kita ke akses ke pasar dunia terbuka dengan luas dan alam yang bersifat Oseanik menjadikan Indonesia secara de facto bercorak maritim.
Poros maritim dunia merupakan visi Presiden Jokowi di 2014 dengan sebuah game changer, yang mampu menandai perubahan haluan pembangunan indonesia menuju outward looking defence & outward looking economic.
Mampu mencapai keberdikarian dalam infrastruktur dan technologi maritim dan dirgantara dimana ambisi maritim ini bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kepentingan nasional indonesia tetapi juga untuk mencapai posisi sebagai negara
poros dalam skala regional dan global
Di era smart world, dengan senjata smart phone yang digunakan mostly oleh kita dengan cara cara tidak smart, kita harus berani mengakui bahwa kita telah mengalami kekosongan intelektual dan kompleksitas ‘rendah diri’ terkait pemikiran dan kebijakan strategis.
.
Indonesia tidak dapat melaksanakan kendali penuh atas laut, dirgantara dan permukaannya. kita berhenti berbicara tentang ‘’ideal military posture, fleet in being, command & control serta seablockcade “, bahkan mungkin lupa bagaimana caranya…
Hal diatas adalah ‘’kecacatan’’ yang tidak hanya membuat Iindonesia kehilangan tradisi strategis, implikasinya secara internal berdampak magnitud pada isu ekonomi biru, pertahanan keamanan serta isu-isu kebijakan luar negeri di tingkat regional dan global. .
Maka kita harus meniru tentang bagaimana merangkul, menundukan dan menguasai lautan dalam gagasan nenek moyang dan leluhur bangsa tentang ‘’kepentingan nasional’’ nya…
Mengapa momen 1 Suro kali ini menjadi momentum bagi saya dan kita semua untuk merefleksi diri dengan harapan akan diikuti oleh banyak manusia manusia Indonesia lainnya?
’Sejarah” dapat menjadi referensi untuk meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan masa depan. Bagaimana negara menggunakan perspektif sejarah untuk menyusun strategi maritim
berbasis kontrol dan penguasaan ekonomi agar mampu dengan jelas mengidentifikasi
bagaimana angkatan perang diciptakan untuk ‘’menyempurnakan’’ kebijakan dan strategi negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya Leluhur kita memiliki visi maritim yang tegas & konsisten.
Memiliki strategi perang lautm Komit dalam mewujudkan kemampuan command of the sea. Mampu melaksanakan blokade laut dan mewujudkan fleet in being. Rainha de Jepara atau Ratu Kalinyamat adalah musuh yang dihormati Portugis karena armada perang serta pemerintahannya mampu mendukung industri galangan kapal dengan:
• Menyediakan analisis tentang tren ekonomi, jalur perdagangan, AGHT dan
implikasinya pada peralatan pertahanan dan teknologi yang berbeda (ketebalan
kapal)
• Memfasilitasi kontak dengan aktor ekonomi perdagangan kawasan serta pertahanan
untuk share pengalaman, operasional serta teknologi
• Mengembangkan industri dengan analisis informasi atas threats dan opportunities
• Menyesuaikan persyaratan dan jadwal pengembangan untuk memungkinkan
industri galangan kapal Jepara merebut kontrak, pasar dan peluang ekspor.
Kejayaan Kerajaan Gowa berlangsung dari jaman Raja Gowa Karaeng Tumaparisi Kallonna (1520) hingga zaman Raja Gowa Sultan Hasanuddin (1669) selama 149 tahun.
Gowa menjadi puncak kejayaan salah satu kerajaan maritim di nusantara yang ditopang oleh sebuah kebudayaan besar maritim (maritim’s great tradition).
Dalam sebuah tradisi besar kemaritiman, ditemukan adanya filsafat kemaritiman, tradisi kemaritiman, nyanyian laut, undang-undang kelautan (kemaritiman), mitologi kelautan, astronomi & astrologi kelautan, permainan dan olahraga, arsitektur dan industri kelautan
(shipping building), seni, arsitektur, benteng-benteng pertahanan pantai, pengaturan komoditas laut, rute rutin pelayaran, dst nya…
Perang Makassar tercatat sebagai sebuah perang laut terbesar sepanjang sejarah VOC. Berakhir dengan ditandai ditandatanganinya perjanjian bungaya tahun 1667. Beberapa isi perjanjian yang penting antara lain:
• Orang Bajao bukan lagi rakyat gowa tapi menjadi anggota VOC
• Raja gowa harus memerintahkan rakyatnya pindah dari pesisir pantai ke pedalaman
• Raja gowa harus melarang rakyatnya mencari nafkah di laut
• Rakyat gowa hanya boleh berlayar ke daerah-daerah yang diizinkan oleh VOC
• Tonase kapal harus diturunkan tidak boleh melampaui 50-ton kemudian 30-ton
kemudian 10 ton
Yth Syekh Panji Gumilang bersama jajaran petinggi, pemikir, pengajar, murid murid
pesantren Al Zaytun dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT.
Mari kita Sekarang berbicar atentang keberdikarian industri galangan kapal. Pasar pembuatan kapal global bernilai sekitar us $ 120,6 miliar pada tahun 2019, dan diperkirakan akan melebihi $ 175 miliar pada tahun 2025.
Secara geografis, asia pasifik saat ini merupakan pasar pembuatan kapal terbesar, menguasai lebih dari 82% pangsa pasar global. China, korea selatan, dan jepang merupakan beberapa negara pembuat kapal terbesar di dunia.
Meningkatnya perkembangan di sektor transportasi laut regional dan sektor pembuatan kapal angkatan laut akan secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan pembuatan kapal di Kawasan. Industri pembuatan kapal di
china menyumbang lebih dari 37,2% dari pasar pembuatan kapal global dengan jumlah metrik ton bobot mati yang diselesaikan
•
TSUNEISHI SHIPBUILDING JEPANG BERGERAK DI BIDANG PEMBUATAN KAPAL DAN BISNIS PERBAIKAN MENGEMBANGKAN DAN KAPAL TERMASUK KAPAL CURAH, PENGANGKUT
KONTAINER, KAPAL TANKER, PENGANGKUT MOBIL, DAN SERPIHAN KAYU. DIDIRIKAN 1917
FINCANTIERI ITALIA, PEMBUAT KAPAL TERBESAR DI EROPA. FINCANTIERI MEMBANGUN KAPAL KOMERSIAL DAN MILITER. DIDIRIKAN 1959
SEMBCORP MARINE SINGAPURA MELIPUTI RIG & FLOATERS, REPAIRS & UPGRADES, PLATFORM LEPAS PANTAI, DAN PEMBUATAN KAPAL. MELIPUTI KAPAL CGL, LNG, DAN LPG), KAPAL FERI, KAPAL PESIAR, KAPAL PENDUKUNG LEPAS PANTAI (ANGKAT BERAT, KAPAL PENDUKUNG DAN KEAMANAN ANGKATAN LAUT, PENELITIAN DAN KAPAL SURVEI ILMIAH. DIDIRIKAN 1963
CSIC DAN CSSC CHINA MEMILIKI 147 LEMBAGA PENELITIAN, UNIT BISNIS, DAN 310.000 KARYAWAN. CSSC MEMILIKI TIGA PERUSAHAAN: CHINA STATE SHIPBUILDING CO., LTD, CSSC OFFSHORE & MARINE ENGINEERING (GROUP) CO., LTD, DAN CSSC SCIENCE & TECHNOLOGY CO., LTD. DIDIRIKAN 1982
UNITED SHIPBUILDING CORPORATION RUSIA MENYATUKAN ANAK PERUSAHAAN PEMBUATAN, PERBAIKAN, DAN PEMELIHARAAN KAPAL DI RUSIA MENYEDERHANAKAN PEMBUATAN KAPAL SIPIL MENGGUNAKAN FASILITAS MILITER. DIDIRIKAN 2007
JSC UNITED RUSIA MELIPUTI PEMBUATAN KAPAL, PERBAIKAN DAN PEMELIHARAAN DAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MENGGUNAKAN GALANGAN KAPAL MILITER UNTUK MEMPRODUKSI KAPAL PENUMPANG DAN BARANG TERSEBAR DI 3 LOKASI DI RUSIAVLADIVOSTOK (TIMUR JAUH), SEVERODVINSK (UTARA) DAN ST. PETERSBURG (BARAT). SELAIN MENGAKUISISI BEBERAPA PERUSAHAAN EROPA DI BIDANG INDUSTRI KELAUTAN
DAN KONSTRUKSI
AL ZAYTUN MENURUT SAYA HADIR DENGAN LANGKAH KECIL TETAPI PASTI UNTUK MAMPU MEWUJUDKAN INDONESIA RAYA DENGAN KEKUATAN SEBAGAIMANA JEPANG, lCHINA, ITALIA, RUSIA DIATAS……
Tugas kita jauh lebih ringan tidak harus berperang memimpin armada laut menghadapi musuh di samudera seperti leluhur2 mulia kita, tidah harus berdarah2 seperti pahlawan kemerdekaan kita dibawah kepemimpinan berkekuatan pikiran Presiden Soekarno.
Tugas kita adalah menggunakan senjata ditangan – smart phone – yang harus betul betul menjadi smart tools untuk melawan persepsi dan pengkerdilan sebagai bangsa maritim dengan mengembalikan marwah para leluhur dalam mewujudkan kedigdayaan Indonesia sebagai negara poros maritim dan membangun secara nyata kekuatan maritim yang mencakup aspek keberdikarian dalam politik, ekonomi, teknologi, sosial dan budaya, selain pertahanan dan kemanan sesuai visi
poros maritim dunia, yang sehormat hormatnya…
WE NEED THE MARITIME DOER – ENOUGH OF MARITIME TALKER Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, Al Jabr dan lainnya mengantarkan Umat Islam pada Era Keemasan melalui cara non perang, apalagi perang agama, tapi melalui pencapaian ilmu pengetahuan
yang dikombinasikan dengan perdagangan!
Maka, saya bersama tim saya yang hadir kemarin di galangan kapal atas perintah Kasal dan Panglima TNI, demikian berbesar hati, melihat kembali adanya para-NEO PLATONIK dari masyarakat Islam kembali terlahir di bumi Indonesia, di debur ombak pantai Indramayu ditengah rindang kebun sayur dan peternakan damai di Al Zaytun. Toda raba –
Terima kasih
Wasallamualaikum Warahmatilahi Wabarakati


