30.7 C
Indramayu
Senin, 4 Mei 2026

Petani Garam Losarang Menjerit, Harga Turun Drastis. Kenapa Bisa Terjadi..??

LOSARANG, indramayunews.id – Sejumlah petani garam di wilayah Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu menjerit. Mereka (petani garam, red) mengeluhkan harga garam yang tak lagi asin.

Harga garam hanya berkisar Rp 70 hingga Rp 80 per kilo gram. Selain itu, hasil produksi garam di sejumlah desa di Kecamatan Losarang juga turun drastis.

Yakni Desa Losarang, Desa Krimun, Desa Cemara Kulon dan Desa Santing. Padahal harga garam pada bulan Juni 2023 lalu, masih berkisar Rp 500 per kilo gram.”Harga garam benar_benar turun drastis.

Harga sekarang hanya Rp 80 per kilo gram,”jelas Wendi, salah satu perwakilan petani garam Kecamatan Losarang kepada wartawan pada Kamis, (3/8/2023) di lokasi penggaraman Desa Losarang.

Menurut Wendi, keluhan petani terkait murahnya harga garam ini dialami oleh sejumlah petani garam yang ada di wilayah Kecamatan Losarang. Jatuhnya harga garam sudah berlangsung baru bulan_bulan ini.

“Harga garam memang jatuh di tingkatan petani. Ini sudah berlangsung sejak bulan bulan ini. Sementara produksi garam di Kecamatan Losarang juga turun drastis,”jelasnya.

Wendi mengaku ia tidak sendiri mengalami nasib harga garam yang tak lagi mengasyikan itu. Hal ini juga dialami oleh petani-petani garam lain. Harga garam yang rendah ini, menurutnya, tidak sebanding dengan proses produksi garam yang dilakukan oleh petani.

Ditambahkannya, pihaknya minta kepada pihak terkait untuk segera membantu petani garam di Kabupaten Indramayu. Karena biaya produksi saat ini tak sebanding dengan biaya produksi.”Yang jelas harus ada regulasi harga dari pemerintah. Agar petani garam di Indramayu tak menjerit seperti sekarang ini,”pungkasnya. (dra)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles