INDRAMAYU, indramayunews.id – Sebanyak 38 biksu yang tergabung dalam rombongan Bhante Thudong melanjutkan perjalanan spiritualnya dari Bangkok, Thailand menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Mereka kini telah melintasi wilayah Kabupaten Indramayu, setelah sebelumnya melewati kawasan Pantura Pamanukan, Kabupaten Subang, pada Kamis (24/4/2025).
Perjalanan ini merupakan bagian dari praktik spiritual Thudong dalam ajaran Buddha. Thudong adalah bentuk laku tapa yang mengajarkan kesederhanaan, kesabaran, dan kontemplasi, dengan cara berjalan kaki menempuh ribuan kilometer melintasi hutan, gunung, dan pedesaan hingga tiba di tujuan suci, Candi Borobudur.
Di Kabupaten Indramayu, para biksu dijadwalkan beristirahat di kawasan Jembatan Timbang Losarang. Rombongan juga melintasi beberapa titik wilayah lainnya, termasuk Jembatan Sewo di Kecamatan Sukra.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE, yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. Waisak merupakan peringatan atas tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha, yakni kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.
Kehadiran para biksu Thudong menarik perhatian masyarakat setempat. Warga yang menyaksikan mereka melintas di jalan pantura menyambut dengan hangat, sebagian memberikan air minum dan makanan ringan sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan spiritual tersebut.
Perjalanan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah dan latihan disiplin diri bagi para biksu, tetapi juga menjadi simbol perdamaian, penghormatan terhadap alam, serta rasa welas asih terhadap sesama manusia—nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam ajaran Buddha.
Rombongan biksu dijadwalkan terus melanjutkan perjalanannya melintasi berbagai kota dan kabupaten di Pulau Jawa hingga tiba di Candi Borobudur menjelang puncak perayaan Waisak.(Tim)


