28.8 C
Indramayu
Sabtu, 17 Januari 2026

Peringati Hari Kartini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Soroti Kasus Perempuan Indramayu yang Tewas Akibat KDRT dan Penolakan Rumah Sakit

BANDUNG, indramayunews.id — Dalam momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Senin (21/4/2025), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan menyentuh terkait perjuangan perempuan serta kasus memilukan yang menimpa seorang perempuan asal Indramayu.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi mengingatkan kembali tentang pentingnya menghormati perjuangan kaum perempuan, seraya menyoroti tragedi kekerasan dalam rumah tangga yang merenggut nyawa seorang perempuan di Indramayu.

“Di Hari Kartini ini, saat kita mengenang perjuangan perempuan dari Tanah Jepara yang memperjuangkan hak-haknya agar setara dengan kaum pria, kita juga diingatkan akan realita pahit yang masih dihadapi sebagian perempuan kita,” ujar Dedi.

Ia menceritakan, korban yang merupakan warga Indramayu itu meninggal dunia setelah dianiaya oleh suaminya karena diduga cemburu saat korban bermain TikTok. Tragisnya, korban sempat ditolak oleh rumah sakit setempat dengan alasan klaim BPJS tidak dapat dilakukan.

“Almarhumah sempat ditolak rumah sakit karena alasan BPJS-nya tidak bisa mengklaim. Akhirnya kami rawat sampai napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Semoga almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat yang mulia,” ucap Gubernur Jawa Barat.

Dedi juga menyampaikan harapannya agar pelaku, yang kini telah menjadi mantan suami korban, dihukum setimpal atas perbuatannya.

Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa penolakan pasien oleh rumah sakit karena alasan administrasi atau klaim BPJS merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan harus dihentikan.

“Semoga ini menjadi pelajaran penting. Rumah sakit tidak boleh lagi menolak pasien karena alasan BPJS tidak mengklaim. Karena Anda telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegasnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan dan perlindungan bagi kaum perempuan masih harus terus dilanjutkan, tidak hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata di semua lini kehidupan.(Tim)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles