INDRAMAYU, indramayunews.id – Sosok muda yang dikenal dengan julukan Satria Dermayu, Kang Sholihin, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat. Anak muda asal Desa Amis, Kecamatan Cikedung—wilayah perbatasan Indramayu Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka dan Sumedang—ini siap menantang petahana Syaeful Huda yang telah menjabat selama dua periode.
Kang Sholihin bukanlah kader biasa. Lahir dari keluarga petani, ia tumbuh sebagai pribadi penuh talenta, terutama dalam bidang seni dan budaya. Saat menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta, ia aktif dalam berbagai organisasi kedaerahan seperti Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Indramayu (KAPMI) dan Asrama Kujang (Keluarga Pelajar Mahasiswa Jawa Barat). Ia juga dikenal sebagai pesilat tangguh di perguruan silat kampus IAIN Sunan Kalijaga, yaitu CEPEDI (Cepat Pembelaan Diri).
Ketangguhannya di dunia aktivis dan politik membuatnya dikenal sebagai figur yang lincah dan penuh gagasan. Ide-idenya terus mengalir tanpa henti, mengiringi langkah perjuangannya dalam mewarnai dinamika politik, khususnya di Indramayu.
Lebih dari itu, Kang Sholihin diyakini sebagai salah satu keturunan dari para pejuang dan ulama besar, di antaranya Buyut Zaenal Abidin Wangsanata Sumber dan Ki Bagus Sidum—yang dalam catatan sejarah merupakan cucu dari Pangeran Cakrabuana dari lstri Nyai Candra Wulung adik Sangyang Sirah dari Trah Banten,Pangeran Cakrabuana atau Ki Kuwu Cirebon atau Walangsungsang adalah putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Ki Bagus Sidum juga dikenal sebagai tokoh penting yang memberikan petunjuk kepada Pangeran Arya Wiralodra dalam mendirikan Padukuhan Cimanuk, cikal bakal berdirinya Kabupaten Indramayu.
Membawa semangat Gerakan perubahan, Kang Sholihin tampil percaya diri dengan mengusung gerakan bertajuk “Meneguhkan Jati Diri PKB sebagai Politik Kiai Menuju Kemaslahatan dan Kemakmuran Rakyat Jawa Barat.” Ia tampil saat banyak kader PKB maupun warga Nahdlatul Ulama (NU) enggan maju melawan dominasi petahana.
Keberaniannya mencalonkan diri sebagai Ketua DPW PKB Jawa Barat tidak hanya menunjukkan semangat regenerasi dalam tubuh PKB, tetapi juga membuka harapan baru akan hadirnya kepemimpinan yang lebih segar, progresif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai perjuangan para kiai dan ulama.
“PKB harus kembali menegaskan jati dirinya sebagai partai yang lahir dari rahim pesantren. Ini bukan sekadar kontestasi politik semata akan tetapi , ini perjuangan untuk rakyat Jawa Barat yang lebih berkemajuan yg mengerti dan memahami kultur dan Budaya Jawa Barat ,tegas Kang Sholihin.
Kini, publik Jawa Barat menantikan arah baru Gerakan PKB: akankah suara perubahan dari selatan Indramayu ini mampu mengguncang panggung politik DPW PKB Jawa Barat yg lebih kongkrit dan Solutif utk Membangun Peradaban Warga Jawa Barat? (TIM)


