30.4 C
Indramayu
Senin, 20 April 2026

Ketua Umum Aliansi Santri Nusantara Kecam Keras Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Melecehkan Kyai dan Pesantren

INDRAMAYU, indramayunews.id – Tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi Trans7 menuai gelombang kecaman setelah potongan videonya viral di media sosial. Tayangan tersebut dinilai melecehkan tradisi pesantren dan merendahkan para kyai, tokoh yang selama ini menjadi panutan umat.

Dalam potongan video yang beredar, narasi dalam program itu menyinggung perilaku santri seperti “ngesot” dan mencium tangan kyai, bahkan menyinggung soal amplop yang diasosiasikan dengan upaya memperkaya tokoh agama. Isi narasi tersebut dianggap tidak hanya menyesatkan, tetapi juga mencederai nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh kalangan pesantren.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Aliansi Santri Nusantara (ASN), Muhamad Sholihin, S.Sos.I, menyampaikan kecaman keras terhadap Trans7 atas tayangan yang dinilai tidak etis tersebut.

“Kami mengecam keras pemberitaan Trans7 yang melecehkan kyai dan pesantren. Kyai dan pesantren adalah simbol keteladanan dalam mendidik santri agar berkarakter disiplin dan berakhlakul karimah,” tegas Sholihin, Selasa (14/10/2025).

Lebih lanjut, Sholihin menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berperan besar dalam membentuk generasi masa depan bangsa yang memiliki wawasan luas, berakhlak mulia, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan kebudayaan Indonesia.

“Pesantren mampu melahirkan generasi yang punya visi global namun tetap menanamkan nilai-nilai luhur keindonesiaan dan kebangsaan. Maka, sangat disayangkan jika media justru menayangkan hal-hal yang mendiskreditkan dunia pesantren,” ujarnya.

Menurut Sholihin, tayangan seperti itu tidak mencerminkan prinsip jurnalistik yang berimbang dan berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para santri dan alumni pesantren di seluruh Indonesia. Ia mendesak Trans7 untuk segera meminta maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap isi serta konsep program yang bersangkutan.

“Kami meminta Trans7 melakukan klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi. Dunia pesantren selama ini menjadi benteng moral bangsa, bukan objek untuk dilecehkan atau disalahartikan,” tegasnya.

Kecaman dari Aliansi Santri Nusantara ini menambah panjang daftar protes publik terhadap tayangan yang dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya pesantren tersebut. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles