30.2 C
Indramayu
Senin, 13 April 2026

Smart Farming Dorong Ekonomi Perdesaan, Petani Muda Indramayu Kembangkan Budidaya Melon Modern

INDRAMAYU, indramayunews.id – Kabupaten Indramayu terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional melalui inovasi di sektor hortikultura, khususnya budidaya melon berbasis teknologi modern.

Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), pemerintah daerah, serta Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA), para petani muda yang tergabung dalam Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) mulai mengadopsi sistem smart farming untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Kegiatan Belum lama ini berlangsung di Kebun Melon Hidroponik Smart Farming Tanami, Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder, dan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Kepala Bidang Kepemudaan Dispara Kabupaten Indramayu Runita, Kepala Bidang Hortikultura, Perkebunan, dan Penyuluhan DKPP Kabupaten Indramayu M. Ikhwan Farkhani, unsur Kecamatan Kedokanbunder, serta Pemerintah Desa Kaplongan.

Project Coordinator TIKA di Indonesia, Muhammad Ammar Fakhihuddin, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan pengembangan dari program sebelumnya yang telah dijalankan bersama Kemendes di sektor kakao di Kabupaten Bandung.

“Sekarang kita perluas ke wilayah lain, salah satunya di Desa Kaplongan dengan pengembangan budidaya melon berbasis Internet of Things (IoT). Dengan sistem ini, seluruh proses bisa dikontrol melalui smartphone, sehingga petani menjadi lebih inovatif dan produktif,” ujarnya.

Menurutnya, TIKA memberikan dukungan baik secara teknis maupun sarana prasarana sesuai kebutuhan petani muda yang tergabung dalam APEMI. Ia berharap teknologi ini dapat diadopsi secara luas oleh petani di Jawa Barat bahkan Indonesia.

“Kami ingin petani menghasilkan melon dengan kualitas dan bobot yang lebih besar melalui efisiensi teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Wakil Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Sudrajat, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi dan inovasi perdesaan yang mendorong kolaborasi multipihak.

“Kita menyebutnya pendekatan octahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, dan berbagai elemen lainnya untuk membangun ekosistem ekonomi perdesaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan budidaya melon oleh petani muda ini sejalan dengan program Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa, mengurangi kemiskinan, serta membuka lapangan kerja.

“Kita melihat potensi besar dari generasi muda di desa. Jika tidak disiapkan dari sekarang, ini bisa menjadi persoalan sosial. Maka, ekonomi desa harus tumbuh, salah satunya melalui sektor pertanian modern,” ujarnya.

Sudrajat juga menekankan pentingnya transformasi dari pola pertanian konvensional menuju pertanian berbasis industri. Menurutnya, budidaya melon modern dapat menjadi pemicu (trigger) bagi lahirnya wirausaha tani yang lebih maju dan berdaya saing.

“Kita ingin menggeser pola bertani tradisional menjadi industri pertanian modern seperti di negara-negara maju. Petani melon ini bisa menjadi contoh transformasi tersebut,” katanya.

Dengan adanya penerapan smart farming ini, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengembangkan potensi lokal.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi teknologi di sektor pertanian mampu menjadi motor penggerak utama dalam membangun kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Indramayu. (DRA)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles