CIREBON, indramayunews.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) KHAS Kempek menggelar Sidang Terbuka Wisuda Program Studi Farmasi dan Gizi di Swiss-Belhotel Cirebon, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, perwakilan Bupati Cirebon, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si.. , Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Dr. H. Aghuts Muhaimin, S.Pd.I., M.Ag., jajaran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV, Ketua Yayasan KHAS Kempek KH. Muh. Mustofa Aqiel Siroj, H. Mohammad Nuh, serta KH. Said Aqiel Siroj.
Dalam prosesi tersebut, STIKes KHAS Kempek mewisuda sebanyak 65 mahasiswa, terdiri dari 38 lulusan Program Studi Farmasi dan 27 lulusan Gizi.
Ketua Yayasan KHAS Kempek, KH. Muh. Mustofa Aqiel Siroj, dalam sambutannya menegaskan pentingnya integritas, akhlak, dan semangat pengabdian bagi para lulusan dalam menjalankan profesinya di bidang kesehatan. Ia menyampaikan bahwa sistem pendidikan di lingkungan pesantren dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kompetensi akademik dan pembentukan karakter.
“Mahasiswa kami tidak hanya dituntut menjadi sarjana yang cerdas, tetapi juga tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren. Mereka harus terus mengaji agar ilmu yang dimiliki sejalan dengan akhlak dan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan STIKes KHAS Kempek merupakan bentuk respons pesantren terhadap kebutuhan tenaga kesehatan yang profesional sekaligus berkarakter. Para lulusan diharapkan mampu berkiprah di dunia kerja dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman sebagai landasan etika dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Orasi Kebangsaan menekankan pentingnya menjadikan nilai kemanusiaan dan spiritual sebagai panduan dalam dunia profesional. Ia mengingatkan bahwa lulusan tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus mampu menghadirkan nilai kemanusiaan dalam praktik pelayanan kesehatan.

“Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan pengabdian. Momentum ini menandai perpindahan dari proses belajar menuju tanggung jawab mengamalkan ilmu di tengah kehidupan nyata,” ungkapnya.
Selaras dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, menilai wisuda ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Lulusan hari ini adalah agen perubahan. Mereka diharapkan hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, khususnya dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat yang selaras dengan nilai keagamaan,” ujarnya.
Mengusung tema “Knowledge in Health Applied with Spirituality”, STIKes KHAS Kempek menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Dengan lahirnya tenaga kesehatan yang berkarakter, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat melalui layanan yang lebih manusiawi, edukatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan kesehatan nasional. (DRA)


