29.9 C
Indramayu
Kamis, 21 Mei 2026

BUDAYA DERMAYU NAIK KELAS :SLAD Indramayu Juara Umum Tari Kreasi Nusantara

INDRAMAYU, indramayunews.id – Sanggar Lovely Art Dance (SLAD) Indramayu kembali membuat bangga masyarakat Kota Mangga. Semangat anak-anak muda Indramayu dalam melestarikan budaya daerah berhasil membuahkan prestasi gemilang di tingkat nasional pada ajang “Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara” yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026 di Kebayoran Park Mall, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT. Pegadaian tersebut menjadi ajang berkumpulnya para penari terbaik dari berbagai daerah di Indonesia untuk menunjukkan keindahan budaya nusantara melalui seni tari tradisional dan kreasi daerah.

Dalam kompetisi tersebut, Sanggar Lovely Art Dance (SLAD) Indramayu mengirimkan tiga penari muda berbakat, yakni Friska Aulia Anwar (10 tahun), Queen Lovely Supandi (13 tahun), dan Nandita Kayla Salsabila (8 tahun). Meski masih kecil-kecil, mental tampil mereka ora kaleng-kaleng. Bahkan penonton dibuat kagum karena pembawaan mereka begitu luwes dan penuh penghayatan. Wong Indramayu mah dari dulu terkenal pede, “sing penting maju sek, urusan grogi mah belakangan,” begitu kata salah satu pendamping sambil bercanda khas Dermayu.

Pada kategori individu, para penari SLAD membawakan Tari Topeng Kelana Gandrung, Tari Topeng Kelana Gaya Selangit, dan Tari Kraton Mandala Agung. Ketiga tarian tersebut dikenal memiliki karakter kuat dan membutuhkan teknik gerakan yang tidak mudah. Namun para penari muda asal Indramayu itu berhasil menampilkan setiap gerakan dengan apik dan penuh energi. Gerakan yang tegas dipadukan dengan ekspresi khas tari topeng membuat penampilan mereka begitu memukau di atas panggung.

Tidak hanya itu, pada kategori kelompok mereka juga membawakan Tari Bentang-bentang yang tampil penuh semangat dan kekompakan. Penampilan mereka sukses menghidupkan suasana lomba. Bahkan beberapa penonton terlihat ikut mengangguk mengikuti irama musik tradisional yang dimainkan. “Iki sih bukan sekadar tampil, tapi ngajak wong Jakarta ngerti kalau budaya Indramayu kuwat lan ora kalah keren,” celetuk salah satu warga Indramayu yang hadir memberikan dukungan.

Hasilnya pun luar biasa. Sanggar Lovely Art Dance (SLAD) Indramayu berhasil meraih Juara 1 di seluruh kategori yang diikuti, baik kategori individu maupun kelompok. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga berhasil menyabet gelar Juara Umum. Total lima piala berhasil dibawa pulang ke Kabupaten Indramayu. Prestasi tersebut langsung menjadi kebanggaan masyarakat Indramayu karena berhasil mengharumkan nama daerah di ajang nasional.

Kemenangan ini tentu bukan hasil instan. Di balik piala-piala tersebut ada latihan rutin, kerja keras, dan semangat luar biasa dari para penari muda serta para pelatih. Mereka rela meluangkan waktu untuk berlatih demi memberikan penampilan terbaik. Mulai dari menghafal gerakan, melatih ekspresi, menjaga kekompakan, hingga mempersiapkan kostum dilakukan dengan penuh keseriusan. Apalagi kalau sudah latihan, kadang anak-anak sampai lupa jajan bakso. “Biasane bocah rebutan cilok, iki malah rebutan latihan,” ujar salah satu orang tua sambil tertawa bangga.

Prestasi SLAD Indramayu juga menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki rasa cinta terhadap budaya daerahnya sendiri. Di tengah maraknya budaya modern dan tren media sosial, anak-anak muda Indramayu justru mampu menunjukkan bahwa tari tradisional tetap keren dan bisa tampil membanggakan. Bahkan banyak yang menilai penampilan mereka memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan karakter budaya lokal dengan semangat generasi muda masa kini.

Tari-tarian khas Indramayu memang memiliki keunikan tersendiri. Gerakannya enerjik, ekspresif, dan sarat filosofi budaya pesisir. Karena itu, keberhasilan SLAD dalam memperkenalkan tari khas Indramayu di tingkat nasional menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah. Jangan sampai generasi muda hanya hafal joget TikTok tapi lupa tari daerah sendiri. Wong tari Dermayu mah kalau dibawakan serius, auranya beda. Kata orang Indramayu, “sing penting aja minder, wong budaya kite dhewek ya kudu dibanggaken.”

Keikutsertaan SLAD dalam lomba nasional tersebut juga menjadi motivasi besar bagi sanggar-sanggar seni lain di Indramayu. Bahwa dengan latihan, semangat, dan dukungan bersama, anak-anak daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional. Tidak perlu malu menjadi anak daerah, karena justru budaya daerah adalah identitas yang membuat Indonesia kaya dan berwarna.

Masyarakat Indramayu pun berharap pemerintah daerah dan berbagai pihak dapat terus mendukung perkembangan seni budaya lokal, terutama pembinaan generasi muda di bidang tari tradisional. Dengan dukungan yang kuat, bukan tidak mungkin Indramayu akan terus melahirkan penari-penari hebat yang mampu tampil hingga tingkat internasional. Karena sejatinya budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kebanggaan yang harus dijaga bersama.

Ajang “Lomba Tari Tradisional Kreasi Nusantara” di Jakarta Selatan akhirnya menjadi momen manis bagi Sanggar Lovely Art Dance (SLAD) Indramayu. Lima piala yang berhasil dibawa pulang menjadi simbol perjuangan, kerja keras, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerahnya sendiri. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa seni tari khas Indramayu masih hidup, berkembang, dan mampu membuat bangga masyarakatnya. (TIM)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles