Habib Zainal Abidin Assegaf dari Kabupaten Pekalongan bersama Kuwu Desa Lombang H. Pandi
JUNTINYUAT, indramayunews.id – Pemerintah Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menggelar kegiatan Lombang Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Sepak Bola Bima Seraya, Desa Lombang, tersebut dihadiri ribuan masyarakat dan tamu undangan dari berbagai wilayah. Acara ini terselenggara melalui kerja sama Pemerintah Desa Lombang dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Darurruhama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai dan arak-arakan keliling desa di wilayah Kecamatan Juntinyuat. Selanjutnya, pada sore hari, panitia menggelar bakti sosial berupa penyerahan santunan kepada 60 anak yatim piatu dan 90 fakir miskin melalui Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS).

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Desa Lombang, H. Pandi. Kegiatan sosial ini menjadi wujud kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Hadroh Azzair yang dipimpin Habib Zainal Abidin Assegaf dari Kabupaten Pekalongan. Lantunan selawat kepada Nabi Muhammad SAW mengiringi ribuan jamaah yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kekhusyukan.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung, panitia juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dari Polres Indramayu guna mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Ketua Panitia, Ustad Bassrudin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara tidak terlepas dari kerja sama pemerintah desa, panitia, aparat keamanan, tokoh agama, serta partisipasi masyarakat.
Ia menuturkan, penampilan Hadroh Azzair menjadi salah satu momen yang paling berkesan karena mampu menghadirkan suasana religius dan menggugah kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan Lombang Bersholawat dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan aman. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan serta semakin mempererat silaturahmi masyarakat,” ungkapnya.
Acara kemudian ditutup dengan ceramah keagamaan yang disampaikan dr. KH. Ibrohim Nawawi, S.Ag., M.Pd.I., dari Indramayu, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT, serta meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Kepala Desa Lombang, H. Pandi, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap Lombang Bersholawat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda keagamaan yang semakin meriah pada masa mendatang.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan,” ujar H. Pandi.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, termasuk perwakilan Bupati Indramayu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Juntinyuat, Kapolsek Juntinyuat, Danramil Juntinyuat, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Desa Lombang.
Melalui kegiatan Lombang Bersholawat, Pemerintah Desa Lombang berharap semangat Hari Santri Nasional 2026 dapat terus hidup di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian sosial, penguatan persaudaraan, serta upaya menjaga kerukunan dan persatuan.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional di Desa Lombang menjadi momentum untuk meneguhkan peran masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus membangun kehidupan sosial yang harmonis, religius, dan penuh kebersamaan.(DRA)


