INDRAMAYU, indramayunews.id – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu menerima piagam penghargaan dari Lapas Kelas IIB Indramayu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pembinaan keagamaan warga binaan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026, melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, atas sinergi yang terjalin dalam program pembinaan mental dan spiritual di lingkungan lapas.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan secara simbolis di Aula Kantor Kemenag Indramayu pada Selasa (28/4/2026), setelah sebelumnya rangkaian kegiatan digelar di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu pada Senin (27/4/2026). Kolaborasi ini dinilai berhasil memberikan dampak nyata dalam pembinaan warga binaan melalui pendekatan keagamaan yang berkelanjutan.
Penyuluh Agama Islam Indramayu, Hj. Uun Kurniasih, menyebut penghargaan tersebut sebagai bukti nyata kemitraan strategis yang berjalan efektif. Menurutnya, pembinaan berbasis agama memiliki peran penting dalam proses perubahan perilaku warga binaan.
“Sinergi ini sangat penting, khususnya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba serta pembinaan mental dan spiritual para narapidana. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan warga binaan dapat memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aghuts Muhaimin, turut menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menilai pembinaan di lingkungan pemasyarakatan merupakan bagian dari tanggung jawab moral Kementerian Agama.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan keagamaan, termasuk di lingkungan lapas. Pembinaan spiritual adalah kunci dalam membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal moral yang kuat ketika kembali ke masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan bahwa keterlibatan Kemenag sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program pembinaan di lapas
Kami sangat mengapresiasi peran aktif para penyuluh agama dari Kementerian Agama yang telah konsisten memberikan pembinaan kepada warga binaan. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada perubahan perilaku,” ujarnya.
Program pembinaan yang dijalankan mencakup bimbingan rohani, pengajian rutin, serta pembinaan akhlak secara berkesinambungan. Upaya ini diharapkan mampu membentuk warga binaan yang religius, berintegritas, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Dengan penghargaan ini, Kemenag Indramayu dan Lapas Kelas IIB Indramayu diharapkan semakin memperkuat kerja sama dalam menghadirkan pembinaan yang lebih efektif dan berdampak luas bagi proses reintegrasi sosial warga binaan. (DRA)


