JUNTINYUAT, indramayunews.id – Puluhan masyarakat dari tiga desa penyangga PT Polytama Propindo, mendatangi lokasi proyek pengembangan pabrik di Desa Limbangan Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, Rabu (6/4). Massa bahkan menutup lokasi proyek, sebagai bentuk protes kepada pihak manajemen yang dinilai kurang memperhatikan masyarakat desa penyangga.
Hal ini disampaikan salah seorang perwakilan aksi massa, Duriyan. Mantan Kuwu Tinumpuk ini menilai manajemen PT Polytama Propindo abai dengan keberadaan masyarakat, khususnya mereka yang berada di tiga desa penyangga, yakni Desa Tinumpuk, Lombang serta Desa Limbangan.
“Yang jelas, kami bersama masyarakat di desa penyangga menyetop kegiatan proyek di lapangan. Sampai manajemen memenuhi tuntutan kami untuk melibatkan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Aksi massa yang tidak terkendali, bahkan menutup paksa kegiatan proyek. Karena merasa takut, pekerja yang tengah menjalankan aktivitas terpaksa menghentikan sementara kegiatan proyek.
“Tuntutan kami tidak muluk-muluk. Berdayakan kami, pekerja dan pengusaha lokal untuk turut andil dalam kegiatan ini,” tegasnya.
Selain menutup kegiatan proyek, massa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar. Hingga aspirasi dan tuntutan masyarakat di tiga desa penyangga, ditanggapi dan dipenuhi oleh manajemen PT Polytama Propindo.
“Ini (aksi massa, red) hanya sebagian kecil saja. Kami akan mengerahkan massa yang lebih besar, jika manajemen tidak memenuhi tuntutan kami,” pungkasnya.
Pada aksi massa ini, sejumlah pihak terlihat berupaya menenangkan aksi massa. Kapolsek Juntinyuat Iptu Dedi Wahyudi, Danramil Juntinyuat Kapten Inf Sudiyanto, Kuwu Lombang H Pandi, serta Kuwu Limbangan tampak berusaha mendinginkan suasana yang terlanjur memanas.(IN-011)


