INDRAMAYU, indramayunews.id – Duka nelayan kembali menimpa warga asal Kabupaten Indramayu yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa tenggelamnya KM. Ratu Samudra Mulya pada koordinat 04016’062” E / 107051’913” E pada Sabtu,sekitar pukul 14.30 WIB (9/4/2022).
KM. Ratu Samudra Mulya merupakan kapal penangkap ikan berangkat dari Jakarta dengan 10 orang awak, ditemukan terbalik oleh Kapal TB Bina Ocean 20.
Sembilan orang awak berhasil diselamatkan, namun 1 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
Sembilan nelayan yang selamat itu adalah Karim (Nakhoda asal Parean Indramayu), Buchori (Kepala Kamar Mesin/KKM asal pamanukan Subang), Andiana dan Anda Lesmana (Anak Buah Kapal/ABK asal Kuningan), Ferdi Fernando (ABK asal Bandar Lampung), Mustafa M (ABK asal Singkawang Kalimantan Barat), Abdul Karim (ABK asal Bogor), Giri Purnama (ABK asal Cirebon), dan Eko P (ABK asal Pandeglang Banten) dan satu belum ditemukan atas nama Ato, warga Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.
Korban selamat dibawa oleh TB. Bina Ocean 20 menuju Palembang. Terdapat informasi penemuan jenazah mengambang di sekitar perairan Kabupaten Tulang Bawang Lampung.
Belum dapat dipastikan apakah jenazah yang ditemukan ini adalah korban hilang dari KM. Ratu Samudra Mulya.
Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik dengan Pemerintah Pusat dan provinsi.
Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu Edi Umaedi menyatakan keprihatinannya terkait terjadinya kecelakaan laut yang menimpa awak KM. Ratu Samudra Mulya.
“Kami sangat prihatin atas musibah kecelakaan di laut sampai meninggal bahkan terkadang jenazahnya tidak diketemukan,” ungkapnya.
pihaknya terus berupaya mengurangi potensi terjadinya kecelakaan laut dengan menginformasikan kepada nelayan terkait kondisi cuaca, angin, serta ombak. Imbuhnya.
Informasi ini diberikan secara rutin setiap hari agar nelayan mengetahui prakiraan cuaca kondisi di laut.
“Pihak Pemda Indramayu sudah terus diupayakan untuk mengurangi musibah kecelakaan di laut dengan memberikan informasi iklim laut secara rutin dan pembinaan antisipasi kecelakaan di laut,” sambung Edi Umaedi.
Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar ikut turut prihatin atas musibah yang menimpa KM. Ratu Samudra Mulya yang menimpa warga indramayu dan rekan awak kapal. semoga para korban selamat di berikan kesehatan dan untuk korban hilang semoga segera ditemukan.
melalui unggahan infografis di media sosialnya menyampaikan imbauan keselamatan pelayaran. Bupati Nina Agustina mengimbau nelayan untuk memastikan kapal/perahu yang akan dipakai memang layak untuk berlayar, safety first diutamakan untuk keselamatan.
“jangan memaksa berlayar saat cuaca tidak mendukung dan jangan melebihi kapasitas muatan,”Imbuhnya.
keselamatan di laut seharusnya menjadi perhatian dan prioritas, “keluarga tercinta menunggu di rumah,” pungkas Nina.(IN-012)


