24.2 C
Indramayu
Sabtu, 22 Juni 2024

Keluarga Korban Minta Pelaku Pembunuhan di Lahan Tebu Dihukum Setimpal

INDRAMAYU, indramayunews.id – Sidang kasus pembunuhan salah seorang petani penggarap tebu yang terjadi di lahan tebu milik PG. Rajawali Jatitujuh Kabupaten Majalengka, kembali digelar di Pengadilan Negeri Indramayu, Jum’at (18/3).

 

Agenda sidang kali ini yaitu pembuktian terhadap para terdakwa atas kasus tersebut. Pihak pengadilan meminta keterangan dari 4 orang saksi yang melihat kejadian pembunuhan oleh para terdakwa yang terjadi di Lahan Sengketa, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

 

Sidang ini berlangsung secara virtual di Ruang Sidang Utama dan diikuti oleh para terdakwa secara langsung di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Kabupaten Indramayu.

 

Keempat saksi itu dimintai keterangannya oleh majelis hakim dalam membuktikan terkait adanya tindak pidana pembunuhan yang terjadi di lahan sengketa itu. para saksi memberikan keterangannya mengenai terjadinya pertikaian hingga berujung nyawa,  yang mempersoalkan sengketa di lahan tebu milik PG Rajawali Jatitujuh.

 

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Wimmi D Simarmata menjelaskan, sidang kali ini yaitu mendengarkan para saksi mengenai pembuktian terjadinya insiden berdarah yang berujung kematian tersebut.

 

“4 orang saksi hadir di persidangan, mereka menjelaskan mengenai insiden tersebut, sementara para terdakwa mendengarkan keterangan saksi melalui virtual dari Lapas Kelas II B Indramayu,”.

 

Sementara itu, saat dihubungi via telpon, Wandita adik dari Dede Sutaryan yang menjadi korban pembunuhan berharap pada aparat penegak hukum yang mengadili para terdakwa bisa berlaku adil dan memberikan hukuman seberat beratnya kepada para terdakwa.

 

“Saya berharap pada Pak Jaksa dan Pak Hakim yang mengadili para pelaku, bisa menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya yang menghilangkan nyawa Kakak saya,”. Tegas Wandita.

 

Selain itu, Wandita juga berharap insiden itu terjadi untuk terkahir kalinya di lahan yang diduga bersengketa tersebut. Para petani penggarap bisa saling bekerjasama untuk menggarap lahan yang sudah ada.

 

“Semoga ini yang terakhir, tidak ada lagi kejadian berdarah. Kita pengen hidup tenang dan menggarap lahan tersebut bersama-sama tanpa permusuhan,” Pungkas Wandita. (IN-012)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles