27.7 C
Indramayu
Selasa, 16 Juli 2024

Dorong Herd Immunity Pelajar, Ketua TP PKK Jabar Atalia Kunjungi Vaksinasi Massal 

INDRAMAYU, indramayunews.id- Dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, Bupati Indramayu Hj Nina Agustina meninjau langsung vaksinasi massal bagi siswa-siswi di SMKN 1 Indramayu. Kegiatan ini merupakan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMA/SMK dan Sederajat, Rabu (01/09).

 

Kunjungan kerja istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut ingin memastikan vaksinasi massal bagi pelajar terlaksana dengan baik.

 

“Alhamdulillah, saya apresiasi bagi Bupati Nina dan Kepala Sekolah SMKN 1 Indramayu Bapak Yayat Hidayat, vaksinasi berjalan kondusif,” Ujar Ketua TP PKK Provinsi Jabar, Atalia Praratya.

 

Dijelaskannya, kegiatan vaksinasi massal bagi pelajar khususnya SMA/SMK dan Sederajat tersebut dalam rangka persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pekan depan. Supaya semua pelajar bisa mencapai Herd Immunity.

 

“Selain itu, kita juga bekerja sama dengan Bank BJB agar pelajar bisa menabung. Sebab ini adalah amanah juga dari Pemerintah Pusat,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengungkapkan pencapaian vaksinasi bagi pelajar di Jawa Barat sudah mencapai 16 juta.

 

“Alhamdulillah pada awalnya perhari hanya 200 ribu, sekarang sudah mencapai 424 ribu perhari,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan, seluruh sekolah tingkat menengah atas diarahkan untuk membuat sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Namun, jika ada kebijakan PPKM baik dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, maka harus mengikuti kebijakan itu.

 

“Jawa Barat rata-rata level 2, jadi kita bisa melakukan PTM terbatas dengan AKB mula awal September minggu depan,” tandasnya.

 

Kepala Sekolah SMKN 1 Indramayu Yayat Hidayat mengungkapkan bahwa vaksinisasi massal mencapai total 1.569. sementara yang vaksinasi mandiri sebelumnya ada 270 siswa. Hari ini ada 1.165 siswa yang divaksin. Sudah 90 persen guru dan murid sudah divaksin.

 

“Sistemnya belajar akan shift 40% siswa tatap muka, dengan waktu belajar hanya 3 jam saja. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Jal)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,540FansSuka
1,787PengikutMengikuti
1,871PelangganBerlangganan

Latest Articles